Halo sahabat selamat datang di website malam-lailatulqadar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Membumikan Keteladanan dan Pendidikan Akhlak oleh - malam-lailatulqadar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

 

Penulis : M. Nurul Ikhsan Saleh

Satu pasangan publik figur Indonesia pada penghujung tahun 2019 melakukan pengakuan lewat akun Youtube miliknya yang menyatakan bahwa anak yang tengah dikandungnya adalah hasil hubungan di luar nikah. Tak ayal video yang disiarkan oleh artis dengan inisial YL diputar lebih dari empat juta dalam lima hari sejak pertama kali ditayangkan. Ada 86 ribu yang menyukai dan 173 ribu yang tidak menyukai video tersebut.

Halo sahabat selamat datang di website malam-lailatulqadar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Epoche oleh - malam-lailatulqadar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

epoche

 

Penulis : Kurniawan Dwi Saputra

“Thinking is hard, that’s why most people judge.” Carl Jung.

Ketika Jean Baudrillard mengatakan bahwa dalam kebudayaan konsumerisme, objek konsumsi bukan lagi makanan atau pakaian, barangkali kita akan bertanya-tanya apa yang ia maksud. Namun, bersama berjalannya zaman disruptif ini, agaknya, kita tak perlu mewawancarai filsuf Prancis itu untuk memahami pernyataannya. Bukankah dewasa ini, ada orang-orang yang menghemat makan  demi membeli kuota internet?

Halo sahabat selamat datang di website malam-lailatulqadar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar PSPAI Konsisten Mempertahankan Akreditasi ‘A’ oleh - malam-lailatulqadar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

 

SLEMANâ€" Program Studi Pendidikan Agama Islam sukses mempertahankan akreditasi ‘A’ nya berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) nomor 3320/SK/BAN_PT/AK-PPJ/S/VI/2020, yang diterbitkan pada tanggal 10 Syawwal 1441 H/2 Juni 2020.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari cita-cita prodi yang selalu konsisten menyiapkan pendidik dan konsultan profesional dalam bidang pendidikan agama Islam yang memiliki integritas dan komitmen terhadap keunggulan kompetensi, kompetitif dan inovatif, menyiapkan lulusan yang berkompeten dalam pendidikan dan keguruan pendidikan agama Islam dengan kekhasan Credible, Capable, Confidence, Communicative dan Uswah.

Moh. Mizan Habibi, S.Pd.I., M.Pd.I. menyampaikan rasa syukurnya atas perolehan reakreditasi PSPAI, “Alhamdulillah, ini adalah hasil terbaik yang diberikan Allah untuk kita semua, dan patut disyukuri dengan amal perbuatan serta bekerja dengan sungguh sungguh untuk mencapai cita-cita prodi,” ujar Ketua PSPAI.

Selain itu, Moh. Mizan Habibi juga menceritakan proses persiapan reakreditasi yang sudah dimulai dari awal januari 2019 silam. “Proses persiapan reakreditasi PSPAI secara resmi dimulai pada bulan Januari 2019. Meskipun sebelumnya juga dilakukan persiapan melalui proses pengendalian mutu secara internal yang komponennya tidak jauh berbeda dengan komponen borang,” imbuhnya..

Tahapan-tahapan telah dilalui oleh PSPAI dengan meembentukan tim khusus persiapan reakreditasi, brainstorming untuk memahami borang, pengumpulan data, hingga simulasi penilaian borang dan review dengan para pakar. Dengan hasil review tersebut banyak masukan dan evaluasi yang dilakukan, seperti kelengkapan berkas dokumentasi, karya dosen, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut Moh. Mizan Habibi menyampaikan dengan terbitnya aturan perpanjangan otomatis, akhirnya PSPAI mengirim surat pencabutan borang dan melakukan permohonan perpanjangan otomatis kepada BAN-PT. “Alhamdulillah perpanjangan otomatis diterima dengan terbitnya sertifikat akreditasi dengan predikat A sampai tahun 2025. Hal ini kami dilakukan untuk tetap menjaga kredibilitas PSPAI sebagai prodi yang berada di lingkungan UII,” tuturnya lebih lanjut.

Atas dasar itulah PSPAI yang ingin menjadi inspirator pengembangan pendidikan dan keguruan agama Islam yang berkualitas, profesional dan kompetitif di Asia Tenggara pada tahun 2026, lebih lanjut PSPAI akan mencoba melakukan upaya untuk bisa mengajukan konversi memperoleh nilai unggul. “Sebagai tindak lanjut dari perpanjangan dengan predikat A ini, prodi akan mengajukan konversi akreditasi menjadi unggul, dengan usaha tersebut harapnnya PSPAI dapat lebih baik lagi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kreiteria Credible, Capable, Confidence, Comminicative dan Uswah,” tambahnya menegaskan. (Rizal/Mufti)

Itulah tadi informasi mengenai PSPAI Konsisten Mempertahankan Akreditasi ‘A’ oleh - malam-lailatulqadar.xyz dan sekianlah artikel dari kami malam-lailatulqadar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website malam-lailatulqadar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pendidikan Islam dalam Merespon Era New Normal oleh - malam-lailatulqadar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

new-normal-pai-2

Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam (P3I) Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Studi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Webinar pada Kamis, 25 Juni 2020 dengan tema “Membaca Masa Depan Pendidikan Islam Pasca Pandemi”. Webinar #1 menghadirkan dua pemateri, di antaranya Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si (Pengamat Kebijakan Pendidikan & Dosen Prodi PAI UII) dan Gus Romzi Ahmad (Asisten Staf Khusus Presiden Gugus Tugas Pendidikan Islam dan Pesantren).

Webinar yang dimoderatori oleh Ahmad Zubaidi, S.Pd., M.Pd, (Dosen Prodi PAI UII) dihadiri oleh kurang lebih 160 peserta aktif. Para peserta terlihat antusias peserta dengan turut berbagi pertanyaan terkait learning alternative setelah pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia, Moh. Mizan Habibi, M.Pd.I yang dalam sambutannya memberikan penjelasan mengenai titik awal dari penyelenggaraan webinar ini. Menurutnya, pandemi covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan bagi penyelenggaran proses pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Institusi Pendidikan Islam “dipaksa” bergerak melompat dari tradisi konvensional ke era baru yang serba digital.

Drs. Aden Wijdan SZ, M.Si sebagai pemateri pertama memaparkan terkait fase-fase pendidikan sebagai berikut: 1) Pendidikan pra industri.  Era dimana pendidikan melahirkan aktor-aktor yang mampu mengarahkan perubahan masyarakat dan perubahan paradigma pendidikan dari teacher centered ke student centered; 2) Pendidikan era industri. Corak pendidikan yang banyak diorientasikan sebagai arus perubahan (agent of change); 3) Pendidikan era post-industri. Pada fase ini berkembangnya teknologi informasi mengantarkan runtuhnya lembaga-lembaga penjaga tatanan nilai; 4) Pendidikan di tengah pandemi. Pada kondisi sepereti ini pendidikan harus merespon kondisi masyarakat dalam konteks era disruption dan mengembalikan ruhnya sebagai lembaga penjaga tata nilai; 5) Pendidikan pasca pandemi. Pendidikan yang diorientasikan sebagai media bagi manusia untuk menangkap pesan-pesan kehidupan.

Sedangkan pada sesi kedua Gus Romzi Ahmad menawarkan tiga hal sebagai solusi dalam melaksanakan pendidikan pada fase new normal, diantaranya; 1) Inclusive Learning. Pendampingan kegiatan belajar mengajar (KBM) kepada selruh peserta didik; 2) Adaptability And Resilience. Lembaga pendidikan maupun stakeholders di didalamnya harus mampu memberikan wadah kepada peserta didik untuk melaksanakan online learning dan digital literacy.  Gus Romzi secara khusus memberikan pesan kepada generasi milenial, dengan dibekali Tech Savvy, Empathy, dan Flexibility (flexibility of thinking atau time) diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap proses pemulihan pendidikan.

Pesan yang disampaikan Gus Romzi dari Al-Ghazali bahwa ghayatu tholabul ‘ilmi (tujuan dari menuntut ilmu) adalah ma’rifatullah (proses memahami atau mengenal Sang Pencipta).

Di akhir acara, yang berlangsung kurang lebih dua jam, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Lukman, S.Ag., M.Pd selaku dosen Prodi PAI UII. Webinar #1 ini akan dilanjutkan dengan webinar selanjutnya menyesuaikan situasi dan kondisi.  (Fath/Mzn)

Itulah tadi informasi mengenai Pendidikan Islam dalam Merespon Era New Normal oleh - malam-lailatulqadar.xyz dan sekianlah artikel dari kami malam-lailatulqadar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.